Bengkel Motor Pak Haji Jadi Langganan Para Pejabat
MELIHAT kondisi mobil-mobil yang berada di dalam bengkel ''Kiat Motor'' di Jotong, Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, orang menyangka semua itu kendaraan baru. Ternyata tidak. Meski kendaraan itu tampak bagus-bagus, mengkilat, ternyata ada yang telah berumur 5 tahun, 10 tahun, bahkan 30 tahun.
Berkat keahlian H Sukiat dalam memoles, mobil-mobil itu seperti baru didatangkan dari pabriknya. Seperti baru dibuka dari kemasannya. Tersohornya Pak Haji dalam mengecat mobil, tidaklah diperoleh dengan mudah seperti membalik telapak tangan. Keahlian itu ditekuni bertahun-tahun dengan sabar dan cermat. Ia tidak saja belajar di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Sejumlah negara telah dikunjunginya untuk memperdalam ilmu pengecatan. Negara-negara yang dijadikan objek studi bandingnya antara lain Jerman, Jepang, dan Republik Rakyat Cina (RRC).
Hasilnya, penyandang cacat itu berhasil menimba ilmu mengecat yang sempurna dari mancanegara. Tidak seperti kebanyakan para penyandang cacat yang umumnya menjadi beban masyarakat, Sukiat justru sebaliknya. Usaha body repair dan pengecatan yang ditekuninya, malah bisa memberikan pekerjaan bagi 50 pemuda.
Yang datang meminta jasanya untuk perbaikan mobil, bukan saja dari Klaten atau Karesidenan Surakarta, melainkan juga tak sedikit dari luar kota. Selain dari kota-kota besar di Jawa seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya, Semarang, ada pula dari Medan, Bali, sejumlah kota di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. ''Kami dikenal secara getok tular,'' katanya.
Mobil-mobil orang ternama yang pernah dicatkan di bengkel ''Kiat Motor'' ini antara lain milik Guruh Sukarnoputra, berupa mobil Volvo tahun 1973 dan mobil Siswono Yudhohusodo yang sekarang menjabat Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Selain itu, mobil bekasnya Kapolri Jenderal Dai Bachtiar dengan plat nomor DA-11-BA.
Mobil-mobil itu dibawa ke bengkel, ada yang hanya dispet karena luka-luka kecil serempetan atau tergores. Ada pula yang minta dicat total, menggantikan cat yang lama. Ada juga mobil-mobil yang tahun pembuatannya baru, namun bodinya ringsek karena tabrakan.
Mobil yang semula sudah tak berbentuk lagi, begitu keluar dari bengkel milik bapak dua anak itu, betul-betul mulus seperti tak pernah terjadi suatu apa. ''Orang tidak mengira kalau mobil ini semula ringsek tak berbentuk lagi bagian depannya,'' kata dia sambil menunjuk sebuah mobil Kijang warna silver yang mulus.
Hubungan Baik
Berkat hubungan baik dengan perusahaan-perusahaan pengecatan di luar negeri, pengetahuan dan wawasan Sukiat tentang cat bertambah luas. Bahkan, ia tahu cat-cat mobil yang akan keluar pada tahun 2030 kelak. ''Kami sudah mengetahui resep cat-cat mobil yang akan keluar tahun 2010, 2020, sampai 2030,'' katanya.
Dia menambahkan, resep cat-cat tersebut dia peroleh dari sejumlah perusahaan pengecatan mobil di negara-negara yang dikunjungi dalam beberapa disket. ''Tidak banyak yang tahu cat-cat yang akan keluar itu kecuali orang-orang dari perusahaan tertentu,'' katanya.
Kunjungan Sukiat ke berbagai negara untuk studi banding tentang cat, disponsori oleh sejumlah perusahaan cat terkenal. Kunjungan ke berbagai negara itu tentu merupakan berkah bagi Ketua Ikatan Wirausaha Alumni (IWA)-Rehabilitasi Centrum (RC) Prof Dr Soeharso, Surakarta itu.
Selain selalu menerima informasi awal tentang pekembangan cat mobil, dia juga bisa mengembangkan ilmu-ilmu baru tentang keterampilan mengecat. Salah satu ilmu yang telah dia terapkan sehingga pekerjaan catnya sempurna adalah sistem pencampuran cat. Untuk pencampuran cat itu, dia menggunakan sistem komputer.
Dengan sistem komputer, hasil pengecatan menjadi lebih bagus. Karena mutunya baik, ia tak pernah sepi order. ''Sebelum lesu, setiap harinya mobil yang masuk bengkel kami tak kurang dari 50 unit. Sekarang turun, tetapi setiap bulan masih antara 30 - 35 unit,'' katanya.
Melihat usaha yang dimulai dengan modal Rp 75.000 dari bantuan Yayasan Darmais pada tahun 1974 dan sekarang memiliki aset tak kurang dari Rp 4,5 miliar, Sukiat termasuk pengusaha yang ulet dan selalu ingin maju. (Subakti A Sidik82n)
Sumber : http://www.suaramerdeka.com/harian/0310/16/eko6.htm
Ikuti seminar dari Bp. H. Sukiat pada tanggal 3 Maret 2010, info lebih lengkap klik disini

0 Response to "Bengkel Motor Pak Haji Jadi Langganan Para Pejabat"